Pada Juni hingga Juli 2025, YADEMA berkolaborasi dengan Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM dalam penyelenggaraan mata kuliah Ethics of Peace and the Modern Challenges of Life. Mata kuliah ini dirancang untuk menjawab pertanyaan yang semakin relevan di era kontemporer: bagaimana prinsip etika dapat tetap menjadi kompas di tengah percepatan teknologi, krisis lingkungan, dan fragmentasi politik.
Diskusi dalam kelas mencakup isu kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap pekerjaan dan privasi, risiko lingkungan yang semakin kompleks, serta dinamika polarisasi politik yang memengaruhi ruang publik. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami isu-isu tersebut secara konseptual, tetapi juga menelaah implikasinya terhadap kebijakan dan tata kelola.

Pendekatan interdisipliner menjadi kunci dalam proses pembelajaran. Perspektif sosial, politik, teknologi, dan keagamaan dipertemukan untuk melihat bagaimana dilema etis muncul dalam praktik. Melalui analisis kasus dan diskusi kritis, mahasiswa belajar membaca kompleksitas tanpa menyederhanakan persoalan.
Selain diskusi di ruang kelas, mahasiswa juga terlibat dalam proyek lapangan. Mereka melakukan observasi, dialog dengan komunitas, serta merancang rekomendasi atau model intervensi yang relevan dengan isu yang dipelajari. Proyek-proyek ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji refleksi etis mereka dalam konteks nyata, bukan hanya dalam simulasi akademik. Dengan cara ini, etika tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di lapangan.










