Selama Maret hingga September 2025, YADEMA bersama akademisi dari Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) melaksanakan studi bertajuk Right vs Right sebagai upaya membangun pemahaman yang lebih kontekstual tentang dinamika dilema etika di Indonesia. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan riset yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga reflektif dan sensitif terhadap dimensi nilai serta praktik sosial.
Studi ini dirancang bukan sekadar untuk mengidentifikasi persoalan, tetapi untuk menyediakan baseline yang kuat bagi pengembangan program dan intervensi etika ke depan. YADEMA melihat bahwa banyak pendekatan etika diadopsi dari kerangka global tanpa selalu mempertimbangkan pola relasi sosial, struktur hierarki, dan budaya pengambilan keputusan yang khas di Indonesia. Karena itu, diperlukan pemetaan awal yang sistematis untuk memahami bagaimana konflik nilai benar-benar terjadi dalam kehidupan profesional sehari-hari.

Fokus utama studi ini adalah situasi “right versus right”, ketika dua nilai yang sama-sama dianggap benar saling berbenturan. Dalam konteks seperti ini, dilema tidak selalu dapat diselesaikan dengan pendekatan normatif sederhana. Dibutuhkan kerangka analisis yang mampu membaca relasi kekuasaan, loyalitas institusional, serta pertimbangan harmoni sosial yang sering menjadi faktor penentu keputusan.
Melalui pendekatan survei lintas sektor dan diskusi kelompok terarah, studi ini bertujuan menggali pola umum dalam cara para profesional memaknai etika dan mengambil keputusan. Tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa program Responsible Leadership, WISE+, dan inisiatif pendidikan etika lainnya yang dikembangkan YADEMA benar-benar berakar pada realitas sosial Indonesia.










